Selasa, 16 Desember 2014 | By: Unknown

Fiqih Nawazil



                                                                  Hukum Operasi Plastik
                                             Ditulis Guna: Memenuhi Tugas Mata Kuliah Fiqih Nawazil
                                                         Dosen Pengampu: Ust. Junaidi Manik


                                                     

                                                                                Oleh:
                                                                               Fulanah
                                                                      Nim: 012.07.0100

                                          MA’HAD ALY LID DIRASAH AL-ISLAMIYYAH
                                                                   HIDAYATURRAHMAN
                                                                           SRAGEN
                                                                               2014



Pendahuluan
Menjadi sosok yang tampan dan cantik sudah tentu menjadi keinginan setiap orang, baik laki-laki atau perempuan. Terutama bagi kaum perempuan. Betapa bahagianya seorang wanita bila ia mempunyai hidung yang mancung, bulu mata yang lentik, kulit yang halus dan tubuh yang mempesona. Apa lagi apa bila mendengar ada hadits yang menerangkan bahwa “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai hal-hal yang indah” (HR. Muslim) Mungkin hadits inilah yang menjadi alasan atau dalil oleh orang-orang yang melakukan berbagai macam cara agar tubuhnya terlihat mempesona. Dalam hal ini mungkin seperti operasi plastik dan sebagainya. Pada makalah ini, penulis akan membahas mengenai apa hukum operasi plastik itu.
A.    Pengertian Operasi Plastik dan Pembagian Jenisnya
Operasi plastik adalah suatu cabang ilmu kedokteran yang bertujuan untuk merekonstruksi atau memperbaiki bagian tubuh manusia melalui operasi kedokteran. Bedah plastik, berasal dari bahasa Yunani, yaitu “plastikos” yang berarti “membentuk” atau “memberi bentuk”. Ilmu ini sendiri merupakan cabang dari ilmu bedah yang bertujuan untuk mengembalikan bentuk dan fungsi yang normal dan “menyempurnakan” bentuk dengan proporsi yang “lebih baik”. Jenis  bedah  plastik  secara  umum  dibagi dua jenis : pembedahan untuk rekonstruksi dan pembedahan  untuk  kosmetik  ( Estetik ).
Perbedaan operasi Rekonstruksi dan Estetik adalah dari tujuan prosedur pembedahan itu sendiri. Pada operasi rekonstruksi diusahakan mengembalikan bentuk/penampilan serta fungsi menjadi lebih baik atau lebih manusiawi setidaknya mendekati kondisi normal. Pada operasi estetik, pembedahan dilakukan pada pasien-pasien normal  (sehat), namun menurut norma bentuk tubuh kurang harmonik (misalnya hidung pesek) maka, diharapkan melalui operasi bedah plastik estetik didapatkan bentuk tubuh yang mendekati sempurna.
B.    Sejarah Operasi Plastik
Operasi plastik tampaknya seperti teknologi modern dan trend pada masa ini, dan banyak orang tidak menyadari bahwa operasi ini telah berkembang selama berabad-abad kehidupan manusia di bumi. Operasi plastik pertama kali dilakukan pada awal abad ke-8 SM. Pada masa itu, dokter India tua mulai menerapkan penggunaan cangkokan kulit untuk merekonstruksi bercak kulit manusia. Susrutha adalah seorang ahli bedah India kuno yang terkenal. Dia adalah dokter pertama yang nerhasil menyelesaikan konstruksi hidung. Untuk menyelesaikan operasi ini,  ia menggunakan beberapa kulit dari dahi.
Beberapa lama kemudian, Romawi mulai melaksanakan operasi plastik. Dr Heinrich von Pfolspeundt menggunakan cangkokan-cangkokan kulit dari bagian belakang lengan untuk membantu penyembuhan di Eropa. Namun, praktek operasi plastik ini tidak menjadi praktek yang umum sampai abad 19 dan 20.
Seorang dokter Amerika Serikat, Dr John Peter Mettauer dikenal sebagai dokter bedah plastik pertama Amerika. Operasi pertamanya terjadi pada tahun 1827. Pembedahan ini dilakukan pada langit-langit sumbing.
Meskipun kontribusinya besar, namun yang dianggap “Bapak Operasi Plastik Modern” adalah Sir Harold Gillies. Sir Gillies mengembangkan berbagai teknik lain dalam pengembangan operasi plastik. Penekanan adalah untuk membantu orang-orang yang wajahnya telah rusak dalam Perang Dunia I.
Bedah Plastik di Indonesia dirintis oleh Prof. Moenadjat Wiratmadja. Setelah lulus sebagai spesialis bedah dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 1958, beliau melanjutkan pendidikan bedah plastik di Washington University/Barnes Hospital di Amerika Serikat hingga tahun 1959. Sepulang dari luar negeri, beliau mulai mengkhususkan diri dalam memberikan pelayanan pada umum dan pendidikan bedah plastik pada mahasiswa dan asisten bedah di FKUI/RSCM. Pada tahun 1979 beliau dikukuhkan sebagai profesor dalam ilmu kedokteran di FKUI. Profesor Moenadjat Wiratmadja wafat pada tahun 1980. 
C.    Ketentuan-Ketentuan yang Perlu Diperhatikan Untuk Melakukan Operasi Plastik
Beberapa ketentuan yang wajib dilaksanakan dalam menjalankan operasi plastik, yang telah ditetapkan oleh para ulama’ agar tidak melanggar syariat Islam  antara lain:
1.    Operasi tidak menyelisihi nash-nash syar’i , seperti sebagai bentuk penipuan, merubah ciptaan Allah,  dan lain sebagainya. 
2.    Pelaksanaan operasi harus  sebuah maslahat yang syar’i , baik kebutuhan primer, seperti menyelamatkan nyawa, kebutuhan sekunder (hajiyat ) seperti mengembalikan bibir sumbing ke aslinya, atau kebutuhan tidak mendesak (tahsiniyat) menghilangkan bekas luka.
3.    Tidak ada bahaya yang diakibatkan oleh operasi itu, dan hal ini harus ditetapkan oleh dokter spesialis.
Syaikh Izzuddin bin Abdus Salam mengatakan bahwa suatu maslahat  adalah, jika telah nampak adanya bahaya yang lebih besar daripada bahaya yang sudah terjadi, maka dokter haram utuk melakukan operasi.
 Hal ini berdasarkan ketentuan ushul fiqih yang artinya, “Jika terjadi pertentangan antara dua macam mafsadat, maka harus diperhatikan mana yang lebih besar bahayanya dengan melakukan yang lebih ringan.”
4.    Dokter dan tim medisnya harus memiliki keahlian dalam melakukan operasi.
5.    Pelaksanaan operasi harus atas izin pasien, atau wali pasien jika dia tidak mampu mengizinkan
6.    Operasi dilaksanakan ketika tidak ada lagi pengobatan yang lain.
7.    Harus menjaga adab-adab syar’i, seperti tidak kholwat dan tidak membuka aurat kecuali yang dibtuhkan dalam operasi. .
Dari ketentuan-ketentuan di atas kita bisa menentukan hukum operasi dari segala jenisnya.
D.    Hukum Operasi Plastik
Pada pembahasan ini penulis mengkategorikan hukum operasi plastik dari segi jenis operasi itu.
1.    Operasi Rekonstruksi
Operasi ini adalah bertujuan mengembalikan anggota tubuh seperti semula, baik anggota itu terluka karena sebuah musibah (luka baka), atau bawaan sejak lahir (bibir sumbing)
Hukum operasi ini diperbolehkan berdasarkan dalil-dalil berikut:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "مَا أَنْزَلَ اللَّهُ دَاءً، إِلَّا أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً"
 Dari Abu Hurairah, Rosulullah  bersabda: “Tidaklah Allah  menurunkan penyakit melainkan menurunkan obat penyembuh untuknya.(HR.Al- Bukhari)
Hadits di atas menunjukkan bahwa setiap penyakit ada obatnya, sehingga jika seseorang mengalami kecelakaan pada anggota tubuhnya, dan tidak ada lagi solusi penyembuhan kecuali dengan opersi maka operasi ini diperbolehkan.
Menurut  Yusuf  Al-Qardhawi  Islam  membolehkan  operasi  terhadap  bagian tubuh  yang  mengalami  gangguan  fungsional,  baik  karena  bawaan  lahir,  maupun akibat  kecelakaan.  Sedangkan  operasi  plastik  pada  bagian  tubuh  yang  tidak  mengalami  gangguan  fungsional,  hanya  bentuknya  kurang  sempurna  atau  ingin diperindah,  seperti  hidung  yang  pesek  kemudian  dioperasi  sehingga  menjadi mancung,  hukumnya  haram.
2.    Operasi Estetika
Operasi ini adalah pembedahan dilakukan pada pasien-pasien normal  (sehat), namun menurut norma bentuk tubuh kurang harmonik (misalnya, hidung pesek).
Hukum operasi ini adalah haram karena hal itu menjerumuskan kesuatu bahaya yang lebih besar yaitu pembedahan, operasi ini juga termasuk merubah ciptaan Allah.   Dalil-dalil yang menunjukkan hal itu antara lain:
Firman Allah:
وَلَأُضِلَّنَّهُمْ وَلَأُمَنِّيَنَّهُمْ وَلَآمُرَنَّهُمْ فَلَيُبَتِّكُنَّ آذَانَ الْأَنْعَامِ وَلَآمُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ اللَّهِ وَمَنْ يَتَّخِذِ الشَّيْطَانَ وَلِيًّا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَقَدْ خَسِرَ خُسْرَانًا مُبِينًا (119)
Dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka merubahnya. Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka Sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.( QS. An-Nisa’: 119)
Ayat di atas adalah celaan bagi orang-orang yang bermaksiat kepada Allah  dengan menaati Iblis untuk merubah ciptaan Allah .
Dalil selanjutnya adalah qiyas (analogi ) dengan hadits :
لعن الله الواشمات، والمتوشمات، والمتنمِّصات، والمتفلِّجات للحُسْن المغيِّرات خلقَ الله
Allah  melaknat wanita-wanita yang mentato dan yang meminta untuk ditatokan, yang mencukur (menipiskan) alis dan yang meminta dicukur, yang mengikir gigi supaya kelihatan cantik dan merubah ciptaan Allah.” (H.R Muslim No:3966.)

Wajhud dalalah hadits ini adalah tidak boleh merubah ciptaan Allah  dengan maksud estetika atau mempercantik diri. Begitu juga operasi plastik.
Penutup
Operasi plastik adalah suatu cabang ilmu kedokteran yang bertujuan untuk merekonstruksi atau memperbaiki bagian tubuh manusia melalui operasi kedokteran. Bedah plastik, berasal dari bahasa Yunani, yaitu “plastikos” yang berarti “membentuk” atau “memberi bentuk”.
Sedangkan hukum melakukan operasi plastik ditinjau dari segi jenisnya. Operasi jenis rekonstruksi hukumnya boleh karena hal itu dilakukan dengan maksud pengobatan, namun tetap harus diperhatikan ketentuan-ketentuan sebelum melaksanakannya.
Adapun operasi jenis estetika diharamkan karena hal itu termasuk  merubah ciptaan Allah  dengan maksud mempercantik diri. Walllahu a’lam bish showab.


DAFTAR PUSTAKA
Al-Hazmi, Fahd bin Abdullah, Al-Jarroh Al—Tajmiliy,(tanpa penerbit)
Al-Qotsami, Iman binti Muhammad, Al-Jirohah Al-Tajmiliyah dirosah fiqhiyyah muqoronah (Syabakatul Ulukah)
Qosim, Hasan, Hukum Operasi Plastik, (Makalah individu STAIN  Palangkaraya  jurusan  syari’ah ) 
http://ngopibarengqite.blogspot.com/2011/10/pengertian-operasi-plastik.html diakses pada Jum’at 07 November 2014



Jumat, 12 Desember 2014 | By: Unknown

أغمد السيف للمنشد أبو علي






أغمد السيف الصــقيل و توارى في سناه
و بدى للكون صــــــبح شاحب تاه ضياه
و أطل البدر مكســـوفاً غـــريقاً في دجاه
و غدا الكون أسيفاً باكيـــاً يــــروى أساه
مذ ثوى شيخ المعالي و نـعى المجد أخاه
مذ بكى القدس خليلاً أرخص الروح فداه
مذ تناهى الحقد فاسـتل شــواظاً من لظاه
و رمى بالنار نوراً جلــــــل الشيب علاه
أطفئوا بدر الدجى و الـنور لم يبرح مداه
قيدوا ليث الردى و العـزم لم تهدأ خطاه
قتلوا شيخ الفدا كــي يحـــجبوا عنا ذراه
ما دروا أنا بنــو المــوت ولدنا في رحاه
يا علـــــــــيلاً عل بالعزم أساطيل البغاة
و قعيداً أقعــــــــــد الباغين أعيتهم نهاه
و صموتاً ألجم الكــــفر و أشجانا حداه
ليتنا كنا كما كنـــــت و لم نحني الجباه
عجباً منه أشلاً بــــــــــــات خفاقاً لواه
هـددوا بالمـوت و الموت له أحلى مناه
قتلوه فتــــــــــــهادت ترسم المجد دماه
قتــــلوا الــعزة لما أن تراءت في رؤاه
قتلوه غيلة و الـــغدر ميــــــثاق الطغاة
قتلوه و كذا كانـــــــت نهايات الأبــــاة

الأسير




Munsid : Abu Ali
أسير في غيائبهم، أسير
أسير في سجونهم حقير

يدنس عزتي علج رماني
علي الرمضاء يلفحني الهجير

يدوس كرامتي حين و حين
يقهقه وهو خمار سكير

وانات الأساري شاهدات
علي ملياركم أين الطرير

وأين الفارس المغوار يأتي
يفك القيد اعياني الزفير

ولو أن القطيع لنا جوار
لما طابت لسكنانا الحمير

أيهنأ عيشكم يا قوم، إني
اجرع كأس حنظلهم مرير

ولكني أخبركم بأنا كمثل الأسد
إذا خفي الزئير

لنا العزمات رغم القيد انا
بقيد الشرع احرار نسير

ايا جبناء قد حان انتقامي
ايا اسارا قد صاح النذير

وميثاق مع الله اشترينا
تكاد نفوسنا شوقا تطير

وفي ذات الله تهين نفسي
ونفس القاعدين لها شخير

Seorang tahanan dalam keterpencilannya... Seorang tahanan.
Seorang tahanan dalam penjara mereka dalam keadaan terhina.

Orang romawi kafir menodai kehormatanku
Di tengah terik matahari yang membakarku.

Kemulianku diinjak injak di sana dan disini
Ia tertawa terbahak bahak sambil mabuk mabukkan.

Dan para isteri isteri tahanan menjadi saksi
Atas milyar kalian, lalu mana anak muda?

Lalu mana pasukan pemberani yang datang
Untuk melepas belenggu hingga kami dapat leluasa bernapas?

Bila sekawanan kambing di samping kami
Tentu keledai tak akan terasa enak bagi kami.

Bagaimana kalian bisa hidup enak enak wahai kaum, sedangkan saya
Meneguk sari buah pahit mereka

Akan tetapi kukabarkan kepada kalian bahwa kami seperti singa
Yang menyembunyikan raungannya

Kami punya azzam meskipun dibelenggu
Kami merdeka dalam ikatan syari'ah

Wahai pengecut, sekarang tiba saatnya pembalasanku
Wahai para tahanan, pemberi peringatan telah berteriak

Kami telah membeli perjanjian dengan Allah
Hampir saja jiwa jiwa kami terbang karena rasa rindu

Demi Dzat Ilah kami korbankan jiwa kami
Sedangkan jiwa mereka yang hanya duduk duduk bisanya mendengkur.

Selasa, 02 Desember 2014 | By: Unknown

شِعري


أموت و يبقى كلّ ما قد كتبته
فيا ليت من يقرأ مقالي دعا ليا
لعلّ إلهي أن يمنّ بلطفه
و يرحم تقصيري و سوء فعاليا

Aku akan mati, sedangkan yang aku tulis akan hidup selalu .
Andai kiranya orang yang membaca tulisanku sudi mendoakanku.
Semoga dengan kelembutan-Nya, Rabbku menganugrahkan kepadaku.
Serta memaafkan kekuranganku dan buruknya kelakuanku.

أبتاه أين المهرب

أبتاه أين المهرب هذي السفينة تغرق ؟ .. لم ندري أين مكاننا ليت البدور تلّفق

و الجوّ أظلم دامسٌ من أين يأتي المشرق .. أبتاه ردّ فإنني حيران روحي تشهق


لا بني فإن ذا قدر الإلـه الأسبق .. لا تسخطن على القضـاء فإن فعلكَ أحمق

قم للصلاةِ أو الدعاءِ لعلّ حلاً يبرق .. ربـاه فارحم ضعفنا أنتَ القويّ الأفوقُ


ابتاه لي ها حرمةً نحو الحريق تزحلق .. ترمي يجسمِ رضيعها في البحر كي لا يغرق

سمعت صراخ صغيرها إنّي أنا ابنكِ طارق .. و بكت و ما زال الصدى أمّاهُ إنّي طـارق


ماتوا عليهم رحمة الله الكريم و ما بقوا .. قم يا محمدُ ذاكَ لوحٌ في السفينةِ يلصق

إذهب إليه و نادني في حالِ أن لا يغرق .. و سمعتُ صوتَ منادياً من ذا يكون الناطق ؟


هذا صديقكَ يا أبي نعم الصديق الأصدق .. وجدَ القويرب هاهنا و ينادي هيّا انطلقوا

و تدافع الغرقى عليه بكثرةٍ و تدفقوا .. و تجاذبوا ذاك القويرب ثم صاح ترفقوا


مكثوا عليه إلى الصباحِ إذ الأشعةُ تشرق .. و أنا أنادي صاحبي هاتوا الحِبالَ و أوثقوا

خوفي من البحرِ السروقِ يرى بنيّ فيسرق .. فتفرطت عُقد الحبال و كان أن يتفرقوا


أبتاه خذ حذراً فإنكَ بالغريق ستلحق .. الموتُ جاءَ أيا أبي جرحُ الأسى يتدفقُ

أسمعني صوتكَ يا أبي فأنا عليكَ سأقلق .. علّي أراكَ بجنةٍ و يقولُ ربّي ترافق


و همت دموعُ محمدٍ همّالةً تترقرق .. لمّا تأكد أن روحَ أبيه صارت تزهقُ

ربـاهُ فاكتبها لهم أن في الجنان تسابقوا .. و تلاعبوا و تمازحوا و تضاحكوا و تعانقوا