Minggu, 19 Oktober 2014 | By: Unknown

Kalimat Inspirasi


Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata : Allah mempersiapkan bagi hamba-hambaNya kedudukan (yang tinggi) di surga, yang mereka tidak akan mampu mencapai kedudukan tersebut hanya dengan amalan sholeh mereka. Mereka tidak akan mencapainya kecuali dengan ujian dan musibah, maka Allahpun menyiapkan sebab-sebab yang menggiring mereka kepada ujian dan musibah (Zaadul Ma'aad 3/221)

Tak menghargai yang kecil, takkan mampu menghormati yang besar. Tak cakap berterimakasih pada manusia, takkan utuh mensyukuri Allah.
“Jika musibah menimpa dirimu, bersabarlah menghadapinya dengan sepenuh kesabaran, karena ia akan membuatmu mulia. Jika engkau mengeluh kapada manusia, maka sesungguhnya engkau mengadu pada orang yang tak dapat memberi belas kasih. Ketika Imam Ahmad menderita sakit keras (Semoga Allah limpahkan rahmatNya) , ia sempat merintih. Kemudian ia khawatir jangan jangan rintihannya itu termasuk bagian dari mengeluh atas ketentuan Allah SWT. Maka segera saat itu juga ia menahan rintihannya sampai akhirnya ruhnya keluar dari jasadnya. Semoga Allah meridhainya dan membuatnya ridha..” (dr. abdullah azzam)


“Wahai saudara-saudaraku. Jalan dakwah itu dikelilingi oleh “makaruh” (hal-hal yang tidak disukai), penuh dengan bahaya, dipenjara, dibunuh, diusir dan dibuang. Barang siapa ingin memegang suatu prinsip atau menyampaikan dakwah, maka hendaklah itu semua sudah ada dalam perhitungannya. Dan barangsiapa menginginkan dakwah tersebut hanyalah merupakan tamasya yang menyenangkan, kata-kata yang baik, pesta yang besar dan khutbah yagn terang dalam kalimat-kalimatnya, maka hendaklah dia menelaah kembali dokumen kehidupan para rasul dan para da`i yang menjadi pengikut mereka, sejak dien ini datang pertama kalinya sampai sekarang ini.. “ (Dr. Abdullah Azzam)
Kewajiban Seorang Aktivis Dakwah : “Hendaklah engkau menjadi seorang pemberani yang tahan uji. Keberanian yang paling utama adalah sikap terus terang dalam mengatakan kebenaran, ketahanan menyimpan rahasia, berani mengakui kesalahan, adil terhadap diri sendiri, dan menguasai diri ketika marah sekalipun”.(Syahid Hasan al Banna)



Siapa yang telah dapat menjalani kesakitan dan kesulitan hidup tanpa merasa sakit ataupun menderita, merekalah orang-orang yangtelah menemukan arti hidupnya

Arti hidup tak dapat digambarkan ataupun didefinisikan. Hanya akan tercermin dari gerak-gerik serta tingkah laku mereka yang menjalani hidup dengan penuh kebahagiaan yang tulus, baik dalam keadaan sendiri maupun dikeramaian. 


Tanpa Kesedihan, Kebahagiaan takkan banyak berarti

Jangan terlalu sedih bila terkena musibah atau cobaan, jangan pula meledak senang jika memperoleh keberuntungan atau kebahagiaan. Bersedihlah secukupnya... berbahagialah sekedarnya

Bersiaplah tuk menghadapi kesedihan saat kesenangan dunia menghampiri... optimislah bahwa kebahagiaan kan datang saat kesedihan hati tengah menggulung diri

Hal mudah akan terasa sulit jika yg pertama diipikirkan adalah kata SULIT. Yakinlah bahwa kita memiliki kemampuan dan kekuatan.
Secara tidak sadar, seseorang yang menyakitimu hanya akan membuatmu semakin kuat!Berhenti mencari seseorang yg sempurna tuk dicintai, lebih baik belajar dan persiapkan diri menjadi seorang yg pantas tuk dicintai.

Jangan menunggu waktu yang tepat untuk melakukan sesuatu, karena waktu tidak akan pernah tepat bagi mereka yg menunggu.
Di akhir zaman orang yang melaksanakan kebenaran akan tersisih dan tersingkir. Orang yang melaksanakan kepalsuan atau kebatilan akan mendapat kedudukan


Kebencian adalah kejahatan yang terburuk, karena ia mampu membangun kemarahan tak beralasan untuk mendzalimi orang-orang baik yang tak bersalah.


Kekurangan orang lain adalah ladang pahala bagi kita untuk memaafkannya, mendoakannya, memperbaikinya, dan menjaga aibnya.
Orang yang berpenyakit dengki punya ciri yaitu, senang melihat orang lain susah dan susah melihat orang lain senang.

semoga Allah jauhkan kita dari sifat hasad, iri dan dengki

Berdoa itu...
Tidak boleh PART TIME...
Tidak boleh SOMETIME...
apalagi NO TIME...
Harus ON TIME...
Mesti FULL TIME...
Kalau bisa OVER TIME...
Karena kita bisa meninggal ANYTIME...


Jika kita memelihara kebencian dan dendam, maka seluruh waktu dan pikiran yang kita miliki akan habis dan kita tidak akan pernah menjadi orang yang produktif.

salah satu karakter pewaris surga adalah menjauh dari segala perkataan dan perbuatan yang tiada berguna. karenanya, mari jadikan setiap aktifitas kita penuh dengan makna..

Bukan karena hari ini INDAH, kita BAHAGIA
tapi karena kita BAHAGIA hari ini menjadi INDAH

Bukan karena tidak ada RINTANGAN kita menjadi OPTIMIS
tapi karena kita OPTIMMIS RINTANGAN menjadi tak terasa

Bukan karena MUDAH kita YAKIN BISA
tapi karena kita YAKIN BISA, maka semuanya menjadi MUDAH

Bukan karena semua BAIK kita TERSENYUM
tapi karena kita TERSENYUM, maka semua mnjd BAIK

Tidak ada hari yang menyulitkan kecuali kita SENDIRI yang membuatnya SULIT



Tertundanya pemberian setelah engkau mengulang-ulang permintaan ,
janganlah membuatmu berpatah harapan.
Allah menjamin pengabulan doa
sesuai dengan apa yang Dia pilih untukmu ,
bukan menurut apa yang engkau pilih sendiri,
dan pada saat yang Dia kehendaki,
bukan pada waktu yang engkau ingini



Sibuk? ALASAN KLASIK. Manusia hidup, pasti sibuk, sekalipun ia pengangguran. Mau mati? malah lebih sibuk lagi, karena harus mempertanggung-jawabkan semua perbuatan. aneh aja kalo   menggunakan sibuk sebagai alasan...
Yang paling pantas adalah: manjemen waktu kita yang kurang baik.
Ingat, kita yang mengendalikan dan mengatur waktu! bukan sebaliknya.



Di tiap fase, selalu ada pekerja-pekerja dakwah yang kelelahan, jika mereka lelah karena mengusung kebenaran, niscaya Allah akan menguatkan mereka, tapi jika mereka lelah karena tergoda dunia, maka akan ada banyak pekerja lain yang bersedia menggantikannya. Dakwah tak akan kehabisan pekerja, ikut atau tidaknya kita kereta dakwah terus melaju menuju surga


Mengapa kita begitu cepat memberikan makan pada perut kita, ketika ia lapar... Sementara pada saat yang sama, kita sering membuat hati kita kelaparan, kerena tidak diberikan makanan. Kalaupun iya, tidak tepat waktu... ataupun menunggunya merasa sakit dahulu...
Makanan hati, sering kita lupakan. Tubuh sehat, tapi hati sakit. Untuk apa?
Hidup menjadi hampa, karena tidak bisa memaknai hakikat kebenaran.




Muslim sejati selalu tampak santai dalam kesibukan, tersenyum dalam kesedihan, tenang di bawah tekanan, tabah dalam kesulitan, optimis di depan tantangan, SEMANGAT


Betapa sering kealphaan, kelalaian, kekhilafan, dan segala kekurangan yang melekat pada diri orang lain, terlihat begitu jelas dimata kita, dan kitapun menilainya melalui persepsi kesempurnaan; sehingga manusia itu terlihat begitu banyak cela dan dosa. Sementara pada saat yang sama, saat kita melakukan kekeliruan, kelalaian, atau apapun namanya, kita sudah siapkan 1001 alasan pembenaran, dan pengecualian... (untuk menjaga sebuah kesempurnaan semu)





jika Allah mencintai umat-Nya, maka Allah akan memilihnya. Jika ia ridho, maka Allah akan mensucikannya, jika kau rasakan beratnya kaki menapak dan letihnya bersabar itulah indikasi jawaban pertanyaan, mengapa perjuangan itu pahit? karena syurga itu manis. Jangan minta Allah untuk meringankan bebanmu, tapi minta Allah untuk menguatkan langkahmu, dalam kesakitan, teruji kesabaran, dalam perjuangan, teruji keikhlasan, bersyukurlah masih dalam lindungan Allah


Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cinta menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita inginkan. Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan di dalam dia





Seorang da'i itu, jika dalam kelas ia menjadi yang paling cerdas, seolah dihabiskan hidupnya untuk belajar. Jika di tempat olahraga ia menjadi yang paling tangkas, seolah hidupnya dihabiskan untuk berlatih. Jika di majelis Al-Qur'an ia menjadi yang paling fasih dan banyak hafalannya, seolah hidupnya dihabiskan untuk menghafal. Dan dalam proyek-proyek dakwah mejadi yang terdepan, seolah habis hidupnya untuk proyek-proyek dakwah tersebut.  (Hasan Al Banna)


Ciri keteladanan kita kurang tulus adalah banyaknya keluhan dan kekecewaan diri serta melemahnya semangat ketika melihat orang lain belum mengikuti apa yang kita contohkan

Jangan terpaku oleh tingginya jabatan, tetapi ingat akan tingginya risiko yang dipikul,
Jangan terpesona akan besarnya kekuasaan, tetapi ingat akan besarnya tanggung jawab yang diemban

Ibnu Mas’ud radhiyAllahu 'anhu berkata: “Janganlah kalian mempelajari ilmu karena tiga hal:
(1) dalam rangka debat kusir dengan orang-orang bodoh,
(2) untuk mendebat para ulama, atau
(3) memalingkan wajah-wajah manusia ke arah kalian.
Carilah apa yang ada di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan ucapan dan perbuatan kalian. Karena, sesungguhnya itulah yang kekal abadi, sedangkan yang selain itu akan hilang dan pergi.” (Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, 1/45)

Berani hidup harus berani menghadapi masalah.
Jangan takut jangan gentar dengan masalah menghadang. Hadapi dengan benar dan tawakal, karena setiap masalah sudah diukur Allah sesuai kemampuan kita 
Sikap Emosional merupakan ciri belum terampilnya mengendalikan diri.
Lalu, bagaimana mungkin dapat mengendalikan orang lain dengan baik bila diri sendiri kurang terkendali.
KEBERANIAN MENGATAKAN " TIDAK TAHU"
untuk sesuatu yang memang tidak diketahui akan jauh lebih terhormat dan menenangkan daripada selalu ingin terlihat serba tahu padahal sebenarnya hanya.." sok tahu!"
Komentar spontan kita mungkin hanya satu patah kata tetapi jika tidak tepat maka bisa melukai hati dan menimbulkan kebencian yang mendalam. Oleh karena itu Waspadalah! dengan kebiasaan berkomentar walau sepatah kata
 
 
Apa yang kita tanam itulah yang kita tuai. Karena curahan hujan tidak memilih-milih apakah  pohon apel atau hanya semak belukar

Apapun yang kita lakukan, kita tidak akan pernah tahu apa yang tersimpan di hati seseorang, tentang apa yang mereka pikirkan sesungguhnya serta penilaian mereka terhadap kita. Urusan kita hanyalah pada apa yang tampak, sedang hati adalah dengan Allah. (Abu Bakar Shidiq))

Ada satu masa dimana orang yang duduk lebih baik dari orang yang berdiri. Orang yang berdiri lebih baik dari orang yang berjalan dan orang yang berjalan lebih baik dari orang yang berlari.
Maka ada saat dimana kita harus meredam dalam-dalam semangat. Karena semangat adalah api, bisa menerangi, bisa membinasakan.
Api yang cepat membara cepat pula padamnya. Padahal Perjalanan ke Surga bukan membutuhkan api besar yang menyala sekejap, melainkan api yang terjaga nyalanya. Maka jadilah pertengahan karena Islam adalah agama pertengahan.
Qul Amantu Billah Tsummastaqim.
Berimanlah kamu kepada Alloh lalu beristiqomahlah :))

Sama seperti air, kebaikan pun mencari ruang gerak ke tempat yang lebih rendah konsentrasinya. Ke jiwa gersang yang butuh kesegarannya. Maka kita melihat bahwa kebaikan itu menular, dan menyemaikan benih taqwa ke sekitarnya :)

Terkadang Melalui Dosa Kita Bisa Dewasa. Menuju Pada Sebuah Hal yang Disebut dengan Kebaikan. Karena Kebaikan adalah Sebuah Proses Panjang yang Tak Bisa Dinilai Atas Apa yang Kita Lihat Hari Ini


Sudah semestinya kita bersyukur atas apa yang Allah berikan pada kita, yang jadi perenungan adalah bagaimana rasa kesyukuran itu terwujud dalam tataran kehidupan kita, yang nantinya menjadikan nikmat yang akan Allah berikan pada kita bertambah.


  • Imam Syafi’i said :
Aku Mencintai orang-orang Sholih, meskipun aku bukan bagian dari mereka. Aku pun membenci Ahli Maksiyat, meskipun aku bagian dari Mereka

"Hendaknya kita mengukur ilmu bukan dari tumpukan buku yang kita habiskan. Bukan dari tumpukan naskah yang kita hasilkan. Bukan juga dari penatnya mulut dalam diskusi tak putus yang kita jalani. Tapi dari amal yang keluar dari setiap desah napas kita”. (Ibnul Qayyim)




amanah..adalah proses pendewasaan..maka bertahanlah, meski air mata tak lagi tertahan..karena ia adalah bukti pengorbanan engkau dihadapan Allah..

“Sesungguhnya perbedaan antara Terpilih dan Terbaik amatlah tipis. Sesungguhnya keberadaan antum disini (Jalan dakwah) saat ini adalah kehendak dan pilihan Allah semata. Ia menjadikan Antum yang TERPILIH diantara sekian banyak umat manusia. Apakah antum memilih untuk menjadi yang TERBAIK setelah menjadi yang TERPILIH, atau kemudian menyia-nyiakan potensi terbaik antum (memilih melepaskan diri darinya) tersebut adalah pilihan antum”
(Taujih Alm. Ust. Rahmat Abdullah kepada Alumni Husnul Khotimah di Silaturahmi ISLAH, Cibubur, sehari sebelum bencana Tsunami Aceh)
 


dakwah tak kenal lelah bahkan ketika kita capek menjelang tidurpun kita bisa berdakwah sekedar berucap pada anak atau istri kita " duhai anakku yuk kita baca doa sebelum tidur biar dapat pahala dan mimpi indah"

Kebahagiaan datang ketika kita berhenti memikirkan apa yg dimiliki orang lain, berhenti mengeluh dg apa yg terjadi, dan tetap bersyukur atas apa yg dimiliki hari ini. Bahagia itu ada di dalam hati, bukan di luar diri kita. 

 Hari-hari adalah lembaran baru untuk goresan amal perbuatan, Jadikanlah hari - harimu sarat dengan amalan yang terbaik, Karena kesempatan itu akan lenyap secepat perjalanan awan, dan yang menunda - nunda pekerjaan tanda orang yang merugi, dan barang siapa bersampan kemalasan ia akan tenggelam bersamanya". (Ibnul Jauzy)


Tidak ada orang menderita karena terlalu banyak bekerja. Yang ada adalah orang menderita karena terlalu banyak ambisi, tapi terlalu sedikit bekerja. Jadi, batasi ambisi anda, dan bekerjalah lebih banyak.


Tak seorang pun sempurna.
Mereka yang mau belajar dari kesalahan adalah bijak.
Menyedihkan melihat orang berkeras bahwa mereka benar meskipun terbukti salah
Bila kita mengisi hati kita dengan penyesalan untuk masa lalu dan kekhawatiran untuk masa depan,kita tak memiliki hari ini untuk kita syukuri.


sesungguhnya mengucapkan kata2 yg baik lebih baik daripada diam. Hal itu disebabkan kata2 yg baik itu akan mendatangkan manfaat kpd orang lain yg mendengarkan, sementara skap diam hanya bermanfaat bagi pelakunya.







 

Diantara tanda-tanda kebahagiaan dan keberuntungan seseorang adalah:
Setiap kali seorang hamba bertambah ilmunya, maka dia tambah tawadlu' dan kasih sayangnya bertambah.
Manakala amalnya bertambah, rasa takut dan waspadanya bertambah.
Ketika umurnya bertambah, kerakusannya terhadap kehidupan dunia justru berkurang.
Setiap kali hartanya bertambah, bertambah pula kedermawanan dan pengorbanannya.
Juga setiap kali bertambah kedudukannya, bertambahlah kedekatannya dengan orang-orang dan bantuannya kepada mereka.

 

Jika berjuang untuk Allah,
tak akan berlarut-larut dalam kekecewaan,
tak akan berhenti karena cacian orang,
tak akan surut langkah meski mengalami kegagalan..
 

Mendapati kenyataan tidak sesuai dengan keinginan bukan berarti sebuah kegagalan, apa yang kita hadapi adalah alternatif lain yang disiapkan Allah untuk kita.

 

Orang yang selalu tersenyum, bukan berarti ia tidak mengenal arti kesedihan...
Kehidupan, bukanlah untuk melihat masa lalu, tapi untuk melihat masa depan...
Jika Allah saja, tidak peduli dengan masa lalu kita, mengapa kita tidak segera bertaubat, berhijrah, dan memulai hidup yang baru?


Mengajar tanpa menggurui, memberi nasihat tanpa merasa lebih mulia, dan menang tanpa ada yang merasa dikalahkan adalah ciri kematangan seseorang

Hidup adalah perjuangan dan harus diperjuangkan. Sempurnakan usaha dengan doa, kemudian bersabar menunggu hasil yang sempurna

Ketika semua menjauh Allah lah satu-satunya yang tak berpaling, ketika semua mengecewakan Allah lah yang tak melukai perasaan, ketika beban terus terasa berat Allah lah satu-satunya sandaran dan harapan

Barang siapa menahan amarah, sedangkan ia mampu melampiaskannya, maka Allah akan memanggilnya di depan semua makhluk pada hari kiamat, dan memilih bidadari sesuka hati
(HR. Tirmidzi)


Penyesalan.....
Tidak pernah datang pada awal tapi datang pada akhir.
Rasanya tidak ingin kita melakukannya lagi.
Seburuk-buruknya penyesalan adalah ketika hari akhir itu datang.
Kita masih asyik terlena dengan dosa-dosa kita di dunia.
Ingin rasanya kembali ke dunia untuk beribadah pada Allah.
Tapi semuanya sudah terlambat.
Penyesalan.....

Sukses tak akan datang bagi mereka yg hanya menunggu dan tak berbuat apa-apa, tapi datang pada mereka yg selalu berusaha untuk wujudkan mimpinya


Jangan tinggalkan dzikir lantaran tidak bisa berkonsentrasi kepada Allah ketika berdzikir. Karena, kelalaianmu (terhadap Allah) ketika tidak bedrzikir lebih buruk ketimbang kelalaianmu ketika berdzikir. Mudah-mudahan Allah berkenan mengangkatmu dari dzikir penuh kelalaian menuju dzikir penuh kesadaran, dan dari dzikir penuh kesadaran menuju dzikir yang disemangati kehadiran-Nya, menuju dzikir yang meniadakan segala selain-Nya. 'Dan yang demikian itu bagi Allah tidaklah sukar' (QS 14:20)."
(Kitab Al-Hikam, Ibnu 'Athaillah As-Sakandari ra.)



Dari Fudholah bin ‘Ubaid, beliau mengatakan, “Seandainya aku mengetahui bahwa Alloh menerima dariku satu amalan kebaikan sebesar biji saja, maka itu lebih kusukai daripada dunia dan seisinya, karena Alloh Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (amalan) dari orang-orang yang bertakwa.”(Qs. Al Ma-idah: 27). [Lathoif Al Ma’arif, 368-369]


Kunci kemuliaan adalah taat kpd Allah dan Rasul~Nya.
Kunci rizki adalah usaha diiringi istighfar, doa & tawakkal
Kunci surga adalah tauhid
Kunci kebaikan adalah kejujuran

  Tidaklah seseorang sabar atas kesusahannya melainkan aku menjadi saksi atau pemberi syafaat di hari kiamat" (HR. Tirmidzi & Ibnu Majah, hasan)  
Syukurilah apapun yang engkau peroleh meskipun itu kurang
sesuai dengan keinginan kita, tapi percayalah sekurang-kurangnya atau sejelek apa pun yang kita dapatkan, itu hanyalah dari penilaian kita.. tapi di hadapan Allah mungkin itu adalah yang terbaik untuk saat ini buat kita. Maka belajarlah untuk mesyukuri setiap nikmat yang kita peroleh agar kita bisa termasuk ke dalam hamba-hambaNya yang pandai bersyukur.
 

Jalan dakwah ini, seberat dan sesulit apapun itu, seorang mukmin sejati akan senantiasa menikmati dan mencintainya. Dalam menjalaninya, kita akan dapat merasakan manisnya jalan ini, rasa manis yang akan memudahkan semua kesulitan, meringankan beban berat, menabahkan kita untuk terus menapaki dan mendakinya, dan menjadikan kita ridho terhadap-NYA, bahkan ketika melewati masa terpahit dan hari terberat sekalipun.
 
Tidak ada harga atas waktu, tapi waktu sangat berharga. Memiliki waktu tidak menjadikan kita kaya, tetapi menggunakannya dengan baik adalah sumber dari semua kekayaan.

 

Suatu kehidupan yang penuh kesalahan tak hanya lebih berharga..
Namun juga lebih berguna dibandingkan hidup tanpa melakukan apapun..

 

Atas setiap tetes nikmat yg kita rasakan hari ini, Allah akan bertanya kepada kita. Lalu, apakah yg telah kita lakukan agar Allah tidak murka kepada kita, sementara untuk menegakkan shalat malam atau tilawah rutin saja teramat berat kita lakukan ?


Jangan menunggu mampu untuk mengerjakan kebaikan, karena kebaikan demikian banyak dan berlimpah, lakukan yg kita bisa...
jangan menunggu mampu untuk meninggalkan kejahatan, lakukan secepatnya jangan ditunda.
Menunggu melakukan kebaikan akan membuat kita ditinggalkan keretanya dan menunda meninggalkan kejahatan, kita akan menjadi korbannya.
Orang yang cerdas cepat berbuat baik dan segera pula meninggalkan kejahatan...

Terkadang, ketika seseorang terluka, yang dia butuhkan bukan kata yang mampu membuatnya tertawa, tapi telinga yang mau mendengarkan.

Saat merasa jenuh dan bosan, kita perlu istirahat sejenak. Tapi ingat! Istirahat bukan berarti berhenti maju atau berhenti berjuang. Istirahat hanya untuk penyegaran. Setelah itu, ayo bangkit dan berjuang lebih keras lagi!

Saat hati telah terlanjur terluka dalam...
Dan memaafkan menjadi begitu sulit..
Ingatlah firman Allah Ta'ala, yang artinya, "Maka barangsiapa yang memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas (tanggungan) Allah." (Qs. Asy-Syura: 40)

Saudaraku.., cukuplah pahala dan ridha Allah yang menjadi pelipur lara hati kita.
Cukuplah Allah menjadi tujuan atas segala amal kita..
Tersenyumlah..
Dan maafkanlah dia..
 

Seorang Muslim yang baik,
harus menyadari diri, bahwa dunia ini
tiada lain hanyalah tempat persinggahan
yang berfungsi sebagai tempat untuk
mempersiapkan diri menuju akhirat.
Bahagia atau tidak kehidupan di
akhirat nanti, sepenuhnya ditentukan
oleh persiapan kita dalam
mengumpulkan bekal menuju
perjalanan abadi itu...


Tiada seorang mukmin ditimpa rasa sakit, kelelahan (kepayahan), diserang penyakit atau kesedihan (kesusahan) sampai pun duri yang menusuk (tubuhnya) kecuali dengan itu Allah menghapus dosa-dosanya. (HR. Bukhari) Penat-penatlah dalam dakwah…
Lelah-lelahlah dalam dakwah…
Boleh jadi ketika semua amalan kita tak cukup sebagai bekal, maka bulir-bulir airmata, tetes-tetes keringat dan darah itulah menjadi syafaat bagi kita
“Ketika sibuk, bukan kuantitas amanah yang mesti dikurangi, tetapi kualitas dirilah yang harus dibenahi.”



Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya diantara dosa-dosa itu, ada yang tidak dapat terhapus dengan puasa & shalat." Maka para sahabat pun bertanya: "Apakah yang dapat menghapusnya wahai Rasulullah?" Beliau menjawab: "Bersusah payah dalam mencari nafkah" (HR. Bukhari).



Ada tingkatan iman yang tidak bisa dicapai oleh seorang hamba dengan amalnya.
Ia hanya akan mencapainya dengan ujian dan cobaan.
Allah beriradah untuk meningkatkan imannya, maka Allah pun menetapkan ujian dan menolongnya untuk bersabar dan teguh menghadapinya.
Jadi ini merupakan rahmat dari-Nya bagi sang hamba..
Keep Syukur..!!

Sesungguhnya di surga ada tingkatan yang tidak dapat dicapai oleh seorang hamba dengan amalnya, apa pun amalnya.
Allah telah menyediakan kedudukan tertentu di surga bagi hamba-hambaNya yang beriman bukan karena amal mereka melainkan karena ujian dan cobaan yang menerpa.



Kalaulah setiap dosa yang dilakukan temanmu engkau cela
Niscaya engkau tidak akan mendapati seorang pun yang tidak akan engkau cela
Oleh karena itu, hiduplah kamu seorang diri, atau tetaplah bersambung dengan saudaramu
tapi ingat... saudaramu itu adalah seorang manusia yang sesekali melakukan dosa dan pada kali yang lain meninggalkannya



When you attack black people, They call it "Racism",

When you attack Jewish people, They call it "Anti-semetism",
When you attack Women, They call it "Gender discrimination",
When you attack Homosexuality, They call it "Intolerance",
When you attack your Country, They call it "Terrorism",
When you attack a Religious sect, they call it "Hate speech",
But when They attack at the dignity of our Beloved Prophet MUHAMMAD
They call it " Freedom of Expression"


Kebahagiaan tergantung pada apa yang dapat kita berikan, bukan pada apa yang kita peroleh.


5 Jika :
* Jika sepi jangan merasa sendiri, ada Allah yang selalu mengawasi
* Jika sedih jangan pendam didalam hati, ada Allah tempat berbagi
* jika susah jangan menjadi pilu, ada Allah tempat mengadu
* Jika gagal jangan putus asa, ada Allah tempat meminta
* Jika bahagia jagan menjadi lupa, ada Allah tempat memuja

Kamis, 16 Oktober 2014 | By: Unknown

Empat Gejala Kecelakaan




Kecelakaan yang akan segera menimpa ketika manusia melakukan perbuatan berikut.

Para hukama mengutip sabda Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa gejala kecelakaan pada diri manusia ada empat macam. Yaitu :
  • melupakan dosa-dosa padahal semua tercatat di sisi Allah;
  • mengingat-ingat kebajikan yang telah lampau padahal belum tentu kebajikan itu
    diterima;
  • menghormati orang yang lebih tinggi martabat duniawinya; dan
  • melecehkan orang yang lebih rendah martabat agamanya.

Teruntuk Para Tawanan Muslim



إلهى قد بكيت دما عليهم
وقلبي موجع طرفي كسير
أبيت وفي الفؤاد جراح وأسرى
تقض مضاجعي فأنا السير
يحاصرني شعور الذل لما
أري الأبطال كبلهم حقير
سجين يا ألهي دون ذنب
سوي عزم يوججهم نفير
إلهي يا عزيزا فوق قوم
معاني الظلم منهم تستجير
إلهي ضيق الدنيا عليهم و عذبهم
بها أنت القدير
وصبرا يا أسير فأنت حر
إلي الأخري بلا قيد تسير
ستنسي ليل مأساة طويل
ستزأر يا أبي وقد تثور
تذكر هذه الدنيا دروب
وفيها السهل منها والعسير
مني الأبطال أن يحيوا كراما
وإن ماتوا فجنات وحور

Ya Allah... Aku telah menangis darah atas mereka.
Dan hatiku perih, jiwaku tersayat.

Aku tidak dapat tidur karena dalam hatiku ada luka luka para tawanan.
Yang rasa itu membangunkanku dari tidur, bahwa aku adalah seorang tawanan.

Perasaan penghinaan menghantuiku.
Ketika aku melihat para pahlawan dibelenggu oleh orang yang hina.

Dipenjarakan, ya Allah tanpa ada dosa.

Kecuali karena kemauan yang kuat untuk berjihad.

Ya Allah yang Maha Perkasa atas hamba.
Mereka yang dizalami meminta perlindungan.

Ya Allah, sempitkan dunia atas mereka (bala tentara musuh).

Dan azablah mereka dengannya, karena Engkau Maha Mampu atas hal itu.

Dan bersabarlah engkau wahai para tawanan.
Karena engkau (akan) bebas.
Menuju kepada kebebasan tanpa ikatan.

Dan engkau akan melupakan malam malam duka yang panjang.
Dan engkau akan berteriak dan membalas (demi Allah).

Ingatlah bahwa dunia hanyalah merupakan jalan.
Yang di dalamnya terdapat kemudahan dan kesulitan.

Harapan para pahlawan adalah untuk hidup mulia.
Dan jika mereka meninggal, maka surga dan bidadari menunggu mereka.